tuturwidodo..com

tuturwidodo..com

27 June 2012

?

Ditulis Oleh pada 27 June 2012


Umurku 25 tahun. Walau mungkin dalam masalah yang akan aku bicarakan ini umur bukanlah faktor penting. Tapi sengaja aku sertakan sebagai sedikit referensi . Mungkin ada baiknya seperti itu. Masalah yang ingin aku utarakan adalah masalah cinta (wah lagi galau ini yang nulis hihihihi…..). Ya masalah cinta, dari sudut pandang aku sendiri tentunya. Jadi, jangan ditertawain kalo ngaco.

Mau mulai dari mana ya? Emmm….. dari merenung aja ya.

Kadang jika lagi sendirian, saya sering merenung. Bertanya dalam hati, seberapa besar sih kekuatan cinta itu? Saya tidak tertarik dengan apa itu cinta. Tentang definisi dan pengertiannya. Saya tidak tertarik sama sekali. Masalahnya bagi saya ga ada pentingnya bertanya tentang cinta. Toh pada dasarnya cinta itu urusan hati. Urusan perasaan. Bukan urusan otak. Jadi, biarkan saja definisinya tetap samar, tetap tidak jelas. Sebab hati tidak pernah bertanya dengan logika. Tapi ia merasa dengan apa yang dialaminya.

So, aku lebih tertarik dengan pertanyaan, seberapa besar kekuatan cinta. Yang sering aku renungkan sederhana saja. Seperti kasus begini. Kalo seorang cewek disentuh/ dicolek oleh laki – laki pasti dia marah (kalo tidak kebangetan). Tapi coba kalo yang menyentuh itu laki - laki yang dia suka. Tidak mungkin dia akan marah. Yang ada pasti pipinya memerah. Atau kasus lain, ada cewek yang lebih memilih menikah dengan cowok yang (maaf) jelek, ga mapan secara ekonomi dan juga tidak baik - baik amat. Dia lebih senang menolak lamaran cowok yang (lebih) ganteng, kaya dan mungkin lebih baik dan lebih soleh (aneh kan) . Jika cewek itu ditanya, jawabnya gampang. Aku tidak cinta dia ( cowok ganteng baik bin tajir tadi maksudnya). Wow! Hebat benar kekuatan cinta itu ya. Menakjubkan.

Kutipan di atas adalah beberapa kasus yang sering membuat aku bingung. Ga masuk akal (memang benar cinta soal hati). Jujur saja, saya masih belum bisa mengerti masalah ini. Masih samar bagiku. Dengan umurku yang 25 tahun seharusnya aku sudah mumpuni masalah ini. Tapi nyatanya tidak. Aku tidak mengerti sama sekali. Saya mungkin kalah dengan anak SD sekarang yang ternyata lebih banyak tahu.

Dalam ketidakmengertian itu, saya banyak merenung. Mencoba membaca buku yang berbau bau seperti itu (kayak kucing). Atau kadang belajar dari lingkungan dan kenalan. Hasilnya? Lumayan walo pasti tidak sejernih kalo mengalami sendiri. Tapi setidaknya ada sedikit pengetahuan yang aku dapat. Bahwa cinta itu indah dan suci. Ya. Tak ada keraguan untuk hal itu. Bahwa cinta itu memiliki energi positif yang luar biasa. Ya. Setidaknya itu yang aku lihat dalam beberapa buku/ novel yang saya baca. Bahwa cinta itu membawa penderitaan. Ya. Saya pernah melihat seorang cewek yang mau bunuh diri gara - gara diputus sama pacarnya. Kekuatan cinta ternyata memang luar biasa. Seperti sebuah magnet besar yang mampu menarik kebahagiaan, tawa, keceriaan, tangis, perhatian, duka, dendam bahkan penderitaan kepada siapa saja yang membawanya.

Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah kenapa itu bisa terjadi? Kenapa satu “barang” yang sama dapat menarik dua hal yang berlawanan. Kebahagian dan kesedihan. Saya berpikir keras untuk menjawab ini. Dan pada akhirnya, setelah saya pikir dan saya belajar dari buku dan pengalaman di lingkungan. Saya mencapai satu kesimpulan. Kekeliruan besar kalo cinta dapat menarik kesedihan. Keliru besar. Cinta hanya dapat menarik kebahagiaan bukan kesedihan.

Ah, omong kosong doank ini orang. Mungkin ini yang ada dipikiran anda ketika membaca kesimpulan saya di atas. Wajar jika anda berpikir demikian. Untuk itu beri saya waktu menjelaskan argumen saya. Baru setelah itu, anda bebas mengkritik pendapat saya.

Setelah saya amati sebenarnya cinta itu adalah energi positif. Energi positif bagi semua orang. Yang hanya membawa kebahagiaan. Tidak ada secuil pun kepedihan di dalamnya. Hanya saja ketika energi positif itu muncul pada diri seseorang, energi tersebut akan berbaur dan bercampur dengan semua sumber daya yang ada di orang tersebut. Bila bercampur dengan kasih sayang, ikhlas, setia dan pengertian, maka buahnya adalah kebahagiaan. Jika bercampur dengan keegoisan (ini yang sering terjadi) buahnya adalah kesedihan. Jadi, bukan cinta yang membawa kebahagian atau kesedihan. Cinta hanya bahan mentah. Semua tergantung pada sifat dan perilaku kita sendiri. Bukankah Sprite itu enak? Namun bila anda sebelumnya sudah minum 2 pil Bodrex, bisa bahaya akibatnya. Itu analogi sederhana soal cinta.

Eitss…. Ko nglantur ya. Tadi katanya mau mikirin kekuatan cinta tapi ko akhir - akhirnya malah bahas beginian ( ga jelas ). Biar dech, lawong yang nulis juga amatiran. Tidak bisa fokus sama tujuan awal. Tapi bodo amat. Yang penting nulis. Ada manfaatnya syukur, jika tidak ada juga tidak apa - apa.

Eh…. masih ada yang lupa. Belum ngasih saran nich (ohok ohok ohok… kakek mau memberi wejangan). Murnikanlah jiwamu sebelum memberanikan diri menumbuhkan cinta dalam hati. Buang jauh - jauh keegoisan yang kau miliki. Banyak sudah pohon cinta yang tumbang karena keegoisan. Jika tumbuh subur pun, pada akhirnya hanya berbuah kepedihan yang luar biasa. Jadi, murnikanlah jiwamu. Biarkan cinta tumbuh dengan energinya sendiri. Tumbuh dengan kodratnya. Tumbuh dengan lambat. Tumbuh dengan alamiah. Dan jika memang pohon itu harus kau potong cepat - cepat ketika masih kecil demi kebaikan orang disekelilingmu. Maka potonglah dengan ikhlas. Niscaya dia akan tumbuh lagi dengan dahan yang bercabang rindang. Tidak ada kebahagiaan yang dilandasi kepedihan orang lain. Tidak akan pernah ada kebahagiaan yang dipaksakan. So, biarkan cintamu tumbuh sesuai fitrahnya.

Catatan : Bagi yang mengenal saya mungkin akan bilang. "Wah kamu ini nulis kayak orang galau. Belum punya pacar juga udah nulis macam - macam. Ga malu ya? Amatiran galau nulis soal cinta. Hahahaha…. lucu - lucu". Moga saja tidak ada yang berpikiran gini. Tapi kalau terpaksa ada. Saya akan jawab dengan mantap, "Saya belum bisa memurnikan gelas yanga akan aku isi dengan juice cinta. Daripada rasanya menjadi pahit maka mending gelasnya aku cuci dulu. Kalo sudah bersih, syukur - syukur sudah ada gulanya, suatu saat pasti aku isi dengan juice itu. Jadi, tunggu timing yang tepat dulu sampai semua amunisi siap, hahaha……"


Solo, June 27$^{th}$ 2012





1 comments :

  1. mmmmmmmm
    ternyata aa'q yang satu ini bisa juga.
    q bacanya sambil ketawa2, deg degan menunggu kalimat berikutnya.
    tapi kereeeeeen. ;)

    ReplyDelete